14 Kata kata Leluhur Jawa Kuno tentang Kehidupan untuk Motivasi

14 Kata kata Leluhur Jawa Kuno tentang Kehidupan untuk Motivasi

14 Kata kata Leluhur Jawa Kuno tentang Kehidupan untuk Motivasi

Ada banyak pepatah Jawa Kuno yang tentunya patut kita perhatikan. Mungkin itu hanya sebuah kata kata atau pribahasa yang membuat motivasi kita meningkat. Tetapi anda harus tau bahwa setiap kata ucapan yang dibuat para leluhur kita memiliki arti dan makna yang cukup mendalam. Kita tidak akan melakukan hal yang sembarangan jika kita memahami dan mengerti apa maksud dari kata bijak tersebut.

Para leluhur kita dahulu membuat rangkaian kata tentang kehidupan ini bertujuan agar kita menjalani hidup dengan lebih baik. Memperhatikan apapun yang dapat terjadi dalam lingkungan sekitar. Saya adalah orang yang banyak belum mengetahui apa saja petuah atau wejangan wejangan yang diberikan orang tua pada zaman dahulu kala. Pada artikel kali ini saya mencoba mengumpukannya beberapa kata leluhur kuno berserta artinya.

Lihat juga : Kata-kata Cinta Sejati Romantis (Kumpulan)

Nasehat yang dibuat diturunkan dari generasi ke genarasi dan banyak memiliki manfaatnya. Penyebaran kata kata bijak dan kata kata mutiara tersebut bukan hanya disampaikan melalui lisan saja tetapi melalui tulisan. Kita ketahui kitab para orang tua dulu tentang kata bijak banyak dimusnahkan oleh para penjajah belanda. Jadi kita wajib menjaga kelestarian yang sudah diturunkan oleh Nenek Moyang kita supaya anak Indonesia di masa yang akan datang bisa merasakannya juga.

14 Kata kata Leluhur Jawa Kuno tentang Kehidupan untuk Motivasi
Sumber : info-sipaijo.blogspot.com

1. NGUNDHUH WOHING PAKARTI (Menuai buah pekerti)

Pepatah Jawa kuno ini bermakna, setiap orang akan mendapatkan akibat dari perilakunya sendiri.

2. WITING TRESNO JALARAN SAKA KULINO (Berawalnya cinta karena terbiasa)

Kata kata mutiara bijak jawa kuno ini sangat familiar bagi orang jawa, maknanya kurang lebih adalah, bahwa cinta biasanya akan datang jika kita telah terbiasa (dalam hal ini misalnya keberadaannya, terjalinnya komunikasi dan juga interaksi)

3. MEMAYU HAYUNING BAWONO, AMBRASTO DHUR ANGKORO. (Percantik keindahan dunia, Berantaslah ke-angkara murka-an).

Kata Mutiara Jawa kuno kali ini bermaksud memberi pesan kepada manusia agar ketika hidup di dunia hendaknya berusaha memperindah dunia ini dengan rasa cinta kasih kepada semesta, serta memberantas sifat angkara murka dan segala sifat tercela yang merusak dunia.

4. Ojo Gumunan, Ojo Getunan, Ojo Kagetan, Ojo Aleman (Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut, Jangan manja).

Makna Kata kata Bijak Jawa ini cukup jelas yaitu Rajinlah menuntut ilmu agar wawasan semakin luas sehingga tidak mudah terheran-heran terhadap setiap gejala yang ada di kehidupan mayapada ini. Giatlah berkarya dan bekerja dan pikirkan segala sesuatu dengan seksama agar nanti di masa depan tidak menjadi orang-orang yang menyesal. Yang terakhir berusahalah dengan sekuat tenaga untuk menjadi orang yang kuat dan mandiri alias tidak manja.

5. Urip Iku Urup (Hidup itu Nyala)

Kata Bijak Jawa kuno yang satu ini juga cukup populer, maknanya adalah orang hidup sudah seharusnya menerangi atau memberi manfaat kepada setiap makhluk di sekitarnya.

6. Aja keminter mundhak keblinger, aja cidra mundhak cilaka (Jangan sok pintar nanti tersesat, jangan berbuat curang nanti celaka)

Makna dari kata kata bijak jawa kuno ini mungkin sudah cukup jelas.. mari kita ingat kembali hukum karma/ hukum sebab akibat. Lebih baik kita tidak berlaku sombong dan aniaya terhadap sesama sehingga Tuhan tidak murka dan menimpakan (kala) bencana kepada kita.

7. Ngluruk Tanpo Bolo, Menang Tanpo Ngasorake, Sekti Tanpo Aji-Aji, Sugih Tanpo Bondho (Menyerbu tanpa bala tentara, menang tanpa merendahkan, sakti tanpa ajian, merasa kaya tanpa banyak harta).

Maknanya adalah Tetaplah menjadi pemberani dan berjuanglah sekalipun anda sendirian. Menangkanlah pertarungan dengan kerendahatian tanpa merendahkan martabat orang lain. Jagalah wibawa dengan Kebijaksanaan walau tanpa jabatan/kedudukan. Dan yang terakhir merasa cukup dan puas-lah akan karunia Tuhan sehingga anda akan tetap kaya sekalipun tanpa banyak memiliki harta.

8. AJINING DIRI SOKO LATHI, AJINING ROGO SOKO BUSONO (Kehormatan diri adalah dari lisan, Kehormatan raga adalah dari pakaiannya).

Arti dari Kata bijak jawa ini kurang lebih adalah Hendaknya setiap manusia memperhatikan apa yang diucapkan oleh lidahnya dan juga selalu memperhatikan perilakunya dalam pergaulan.

9. ING NGARSO SUNG TULODHO, ING MADYO MANGUN KARSO, TUT WURI HANDAYANI (Di depan memberi teladan, di tengah membangun prakarsa {pelopor}, di belakang memberi semangat).

Dari Peribahasa Jawa Kuno inilah ungkapan Tut Wuri Handayani ini diambil dan dijadikan sebagai Semboyan Departemen Pendidikan Nasional Indonesia.

10. MIKUL DHUWUR MENDHEM JERO (Memikul tinggi-tinggi, memendam dalam-dalam)

Pepatah bijak Jawa kuno yang satu ini adalah anjuran bagi seorang anak (atau dalam situasi tertentu adalah seorang murid) untuk dapat menjunjung kehormatan dan memuliakan orang tuanya (atau bisa juga diartikan sebagai guru) setinggi-tingginya serta sebisa mungkin untuk memaafkan dan memendam dalam-dalam segala aib dan kesalahan kedua orang tuanya.

11. BECIK KETHITIK ALA KETARA (Kebaikan Terdeteksi, Kejahatan Kelihatan)

Hemat kata tapi sarat makna, pitutur bijak dari leluhur jawa kuno ini bermaksud memberitahukan bahwa setiap perbuatan kita semuanya suatu saat akan nampak juga. Jadi perbuatan yang mana yang seharusnya kita perbanyak biar kita tidak malu bila suatu saat semuanya terbongkar? gampang jawabnya, susah mengerjakannya ya.. hehe

12. Aja Rumongso Bisa, Nanging bisa'o Rumangsa (Jangan Merasa Bisa, Namun Bisa-lah Merasakan)

Inti dari kata bijak jawa kuno kali ini adalah Jangan sombong dan hendaknya kita selalu tahu diri.. dan intinya lagi kata kata bijak jawa satu ini benar benar susah untuk diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan tepat.

13. Ojo Dumeh (Jangan Sombong dulu / Jangan Merasa Menang Dulu)

Pepatah bijak leluhur jawa kuno yang cukup populer ini menerangkan bahwa : Sebaiknya dalam setiap keadaan kita tetap waspada, dan berupaya sebisa mungkin jangan sampai lengah karena merasa sudah lebih unggul dari lawan kita selagi pertempuran belum benar-benar usai. Hal ini terutama juga pertempuran kita dengan nafsu diri kita sendiri yang selalu menggelincirkan kita dari kebaikan dan kebenaran, karenanya jangan merasa sudah menang dahulu, jangan merasa baik dahulu sebelum kita yakin bahwa perjuangan kita dalam hidup ini memang benar-benar telah selesai. Singkat kata, waspadai musuh hingga jelas pertarungannya benar benar telah usai atau waspadalah terhadap jebakan syetan hingga hembusan nafas kita yang terakhir.

14. Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe (Senyap dalam pamrih, ramai dalam pekerjaan)

Falsafah Hidup Orang Jawa Kuno ini menggambarkan seseorang yang selalu lenyap dalam perebutan / pembagian penghargaan serta pujian, namun mereka selalu hadir dan bersemangat dalam bekerja, bahkan seringkali sangat senyap dan  senantiasa bekerja keras dalam kesunyian. (mungkin mirip kerjanya para ninja, agen rahasia atau para tentara elit khusus gitu ya). Kalau Istilah jaman sekarang, mereka itu adalah orang yang selalu giat dan ikhlas dalam bekerja tanpa butuh akan popularitas dan pamrih. orang begitu luar biasa langka jaman sekarang ya gan..

Baca juga : SMS Kata-kata Bijak dan Motivasi terbaru Agar Semangat

Itulah kumpulan kata kata Leluhur Jawa Kuno yang bisa memotivasi kita dalam menjalani kehidupan. Jangan abaikan setiap kata bijak yang disampaikan karena maknanya cukup dalam dan mempengaruhi kehidupan anda. Terlepas dari sebuah kepercayaan kita tetap berpegang teguh kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Akhir kata jika sobat memiliki kata bijak jawa kuno yang belum ada pada tulisan ini boleh berbagi di kolom komentar supaya dapat saya tambahkan pada artikel ini. Jikapun ada yang salah atau kurang berkenan saya sebagai admin Warta Pagi mohon maaf sebesar besarnya. Semoga dengan informasi Kata kata Leluhur Jawa Kuno ini hidup kita akan lebih baik lagi, Amin.
Buka Komentar