5 Cara memberikan Pendidikan Karakter terhadap Anak yang Mudah

5 Cara memberikan Pendidikan Karakter terhadap Anak yang Mudah

5 Cara memberikan Pendidikan Karakter terhadap Anak yang Mudah

Apakah Anda sebagai orang tua telah mengetahui bahwa anak pada usia 10 tahun sudah memiliki kemampuan untuk berpikir serta menilai segala sesuatu yang mereka dengar dan lihat ? Ya, anak-anak pada usia 10 tahun inilah yang telah memiliki kemampuan berpikir yang semakin berkembang pesat.

Akan tetapi pada tahun-tahun awal perkembangan ini juga, anak-anak belum memiliki pondasi pemikiran yang kuat untuk membedakan mana hal yang baik dan buruk yang harus diikuti dan ditinggalkan. Kebanyakan dari anak usia dini ini hanya akan melakukan suatu hal secara bebas asalkan mereka merasakan kesenangan akan hal yang mereka lakukan tersebut.

Baca Juga : Kumpulan kata ucapan Hardiknas (hari Pendidikan Nasional) terbaru 2018

Maka dari itu hal seperti inilah yang menjadi dasar alasan bagi para orang tua untuk mendidik dan membimbing anak untuk membentuk karakter yang baik pada diri mereka. Lalu apa yang harus orang tua lakukan untuk mendidik karakter pada anak dengan cara yang mudah ? Ini dia jawabannya :

1. Mengajarkan Pendidikan Mengenai Keagamaan.

Setiap orang pasti memiliki keyakinan masing-masing untuk dianut, maka dari itu hal semacam pendidikan keagamaan yang mencakup mengenai ibadah, kewajiban yang harus dilakukan serta larangan yang harus ditinggalkan perlu diajarkan dan ditanamkan dari kecil. Beberapa cara yang bisa para orang tau coba yaitu dengan mengajak anak pergi ke tempat beribadah seperti masjid, gereja dan lainnya.

2. Tidak Memanjakan Anak.

Banyak dari orang tua yang berpikir bahwa anak adalah segalanya, dengan munculnya pemikiran tersebut, maka para orang tua cenderung akan melakukan segala hal untuk anak mereka. Hal tersebut merupakan teori yang salah dan mampu berdampak pada sikap serta sifat anak-anak yang akan selalu melekat hingga anak tumbuh dewasa. Dengan selalu mengabulkan permintaan anak, maka mereka hanya akan tahu cara untuk merengek meminta keinginannya terkabul tanpa melakukan usaha sendiri. Maka dari itu, Anda harus membiasakan diri untuk mengajarkan anak berusaha untuk mendapatkan keinginannya.

3. Mengajarkan Hal Kecil.

Hal kecil semacam sapaan, ucapan terimakasih, hingga ucapan permintaan maaf merupakan cara sederhana untuk membentuk karakter sejak dini. Anak-anak yang diajarkan hal kecil semacam itu akan terbisa untuk menggunakan komunikasi pada sesama manusia dengan cara yang benar dan sopan. Kebiasaan melakukan hal kecil sejak dini seperti inilah yang akan berdampak baik kepada diri anak dalam kurun waktu yang lama hingga ia beranjak dewasa.

4. Menanamkan Sikap Bahwa Berbagi Itu Penting. 

Seorang anak yang dibiasakan untuk tidak menerapkan sikap berbagai pada sesama maka akan membuat mereka menjadi seorang pribadi yang pelit dan tidak menghargai orang lain.  Efek jangka panjang dari sikap seperti ini akan muncul pada lingkungan sosial anak yang kebanyakan telah terbukti bahwa anak dengan sikap seperti ini akan dikucilkan dari lingkungan. Maka dari itu, Anda harus mengajarkan pada anak untuk berbagi pada sesama agar hal seperti efek samping tersebut tidak terjadi pada buah hati Anda.

5. Menyatakan Salah pada Anak Apabila Memang Salah. 

Membela anak yang melakukan kesalahan akan menanamkan sikap pengecut pada diri anak. Apabila Anda masih sering melakukan hal tersebut, Anda harus segera berhenti, sebab apabila dibiarkan maka akan memberikan efek negatif pada anak. Anak yang dibiarkan seperti itu cenderung akan membenarkan sesuatu yang salah bahkan setelah ia mulai bersosialisasi di masyarakat.

Baca Juga : 14 Kata kata Leluhur Jawa Kuno tentang Kehidupan untuk Motivasi

Itulah 5 cara yang bisa orang tua ajarkan pada anak. Anda bisa menerapkan cara diatas secara perlahan dan jangan memaksakan pada anak. Karena hakikat dari seorang anak tidaklah bisa menerima sebuah paksaan, maka Anda harus membebaskan anak Anda asalkan mereka masih salam batas wajar. Dengan begitu Anda tetap bisa mendidik karakter anak tanpa mengatur dan membatasi kreatifitas serta pemikiran mereka.
Buka Komentar